Sabtu, 01 Oktober 2016

Aku Memilih Jalan Kaki

Kalau aku sedih , aku memilih berjalan kaki sejauh yang kubisa.
Sambil berjalan air mataku menetes. Untungnya tak ada yang lihat.

Aku ingin lelah sampai rumah sampai lupa untuk menangis. 
Tidur dan melakukannya esok lagi.

Kakiku sakit, hatiku juga. Orang lebih suka melihatku tertawa jadi aku tak punya tempat menangis kecuali di jalan-jalan sepi itu.

Kakiku sedikit cacat jadi jalanku tak seimbang. Saat Jalan jauh, telapakku perih. Siapa peduli? Untungnya tak ada yang lihat.

Bertahun-tahun lalu, saat kesedihan tiba,  aku jalan kaki dari  Bintaro ke Stasiun Palmerah, dari Margonda Raya ke Depok Baru, dari Dharmawangsa ke Jembatan Antasari.

Sekarang, aku mengitari bekas kampusku tiap malam. Tiap pulang kerja, agar aku bisa puas menangis lalu tidur dan melakukannya esok lagi.

Saat aku menikmati ini semua, aku tahu aku sedang sangat sedih.




Depok, 2 Oktober 2016