Aku tergila-gila dengan sepasang mata dan urat-urat tebal di
sepasang tangan.
Matamu
Tanganmu
Apakah kau masih mengingatku? Perempuan yang tepat di
depanmu ketika kau bilang “Aku anti hal-hal spiritualis macam ini...” . Padahal
waktu itu kau sedang memimpin doa. Kau terpaksa berdoa, doa itu kau tujukan
untuk pejuang Kendeng yang hari itu berduka karena salah satu kawannya mati
dipasung situasi.
Lalu, kau duduk di sebelahku. Setiap kau bicara lantang, aku
melihatmu dengan tenang. Aku berusaha keras tak ingin berkedip barang sedetikpun. Aku
takut.
Aku takut kehilangan waktu melihat matamu. Mata yang
membuatku hatiku jatuh.
Sejak hari itu dan sampai hari ini. Aku tak pernah lupa,
Matamu
Tanganmu
Sepasang tangan dengan urat-urat tebal dan sepasang mata
yang aku gila-gilai
Depok, 30 April 2017
2.51 PM
Rumah dan mengingatmu