Sabtu, 29 April 2017

Matamu dan Tanganmu

Aku tergila-gila dengan sepasang mata dan urat-urat tebal di sepasang tangan.

Matamu

Tanganmu

Apakah kau masih mengingatku? Perempuan yang tepat di depanmu ketika kau bilang “Aku anti hal-hal spiritualis macam ini...” . Padahal waktu itu kau sedang memimpin doa. Kau terpaksa berdoa, doa itu kau tujukan untuk pejuang Kendeng yang hari itu berduka karena salah satu kawannya mati dipasung situasi.

Lalu, kau duduk di sebelahku. Setiap kau bicara lantang, aku melihatmu dengan tenang. Aku berusaha keras tak ingin berkedip barang sedetikpun. Aku takut.

Aku takut kehilangan waktu melihat matamu. Mata yang membuatku hatiku jatuh.

Sejak hari itu dan sampai hari ini. Aku tak pernah lupa,

Matamu

Tanganmu

Sepasang tangan dengan urat-urat tebal dan sepasang mata yang aku gila-gilai




Depok, 30 April 2017
2.51 PM
Rumah dan mengingatmu