Aku tak pernah habis pikir bagaimana sebuah hati yang melewatkan banyak waktu untuk berhati-hati masih saja dengan kuat terkait dengan sebuah hati yang ada entah dimana sekarang.
Setiap akan tanggal 11 dan setelah tanggal 11 baru saja lewat hati ini begitu gelisah. Sebuah rindu yang tak pernah diusung maju ke depan, hanya diam diam dipendam sembari mendengar lagu-lagu kenangan dan membuka kembali file-file gambar lama.
Anehnya di tanggal lain aku hampir tak merasakan apapun. Tapi kalau hatiku mulai gelisah dan tiba-tiba melamun dan tanpa sengaja (atau disengaja) memutar-mutar lagu Mr. Lennon aku rasanya ingin langsung lihat kalender dan benar saja saat kulihat kalender di handphone saat itu ya kalau tidak tanggal 10 pasti tanggal 12 dan aku hanya bisa menghela nafas.
Aneh juga, pikirku..
Di sekitaran tanggal itu juga biasanya sebuah pesan datang entah menanyakan kabar atau pertanyaan-pertanyaan aneh yang tautologis. Kadang aku berpikir apakah disana si pengirim pesan merasakan kegelisahan yang sama ya setiap akan tanggal 11.
Mungkin sudah terlalu banyak tanggal 11 yang kami lewati sampai ada energi yang begitu kuat di tanggal itu yang harus kami (tepatnya aku) hadapi. Ya aku tidak sendiri, dan ia tidak sendiri juga. Dari jarak sejauh apapun kami masih saling menguatkan biarpun hanya lewat mantra-mantra doa.
Semoga ia dimanapun berada punya kebahagiaan dan langkah yang kuat menghadapi jalan yang makin hari makin terjal.
Dan semoga ia tak punya waktu untuk baca tulisan ini.