Selasa, 22 Agustus 2017

Aku Memilih MencintaiMu Dengan Jalan Yang Lain, Percayalah.

"Kalau kau percaya, kejar dan berdoalah," begitu kata Bapakku suatu hari di meja makan.

Aku ingat kata-katanya malam ini saat sadar bahwa aku tak lagi percaya apa yang aku percaya.
Berdoa adalah kata yang paling susah masuk akalku detik ini. Sungguh aku bukan atheis. Tapi sejak berkali-kali purnama yang lalu . Aku memercayai satu hal ; aku bisa mencintaimu dengan cara apa saja. Apakah kau akan menjadikan aku anak tiri yang kau pilih-pilih kasihnya karena aku tidak mengambil jalur pribadi ketika menghubungimu?

Aku memilih mencintaimu dengan jalan yang lain. Menaruh panjang waktu dan lebar senyumku pada orang-orang di luar sana.  Menghimpun pundi-pundi uang dari si kaya dan memberikannya pada yang papa, berdamai pada segala macam bentuk perbedaan, dan meyakini kesulitan sebagai penanda bahwa kemudahan itu juga niscaya –  Inna ma'al 'usri yusra. Bukan begitu?

Aku akan kembali berdoa, tapi nanti. Percayalah. 



Depok, 23 Agustus 2017
3.47 AM . Ditemani secangkir Susu Milo dari Malaysia dan rokok rasa menthol