Angin ini datang sekali-sekali,membawa kakiku melayang dua jengkal dari rumput basah
Dua jengkal dari bibit-bibit bunga matahari yang baru saja kusemai
Angin ini membuatku ingin menengadah dibawah awan yang berarak
Merentangkan tanganku lebar-lebar,
merasakan oksigen segar masuk lewat hidung, kerongkongan, dan membuat paru-paruku kembang kempis.
Kembang kempis seperti hidungku ketika bertemu kamu…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar